Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Monday, March 12, 2012

Koleksi Foto (1)

Udah lama ga buka blog ini, hampir 1,5 thn. Sampe kangen sama blog gw. Maklum, ga ada yg mau ditulis buat apa buka blog. Mau nulis soal ekonomi, politik, hukum, ga ada ide sama sekali. Tapi sialnya, meski ada ide tapi ga bakal didenger pemerintah.

Karena itu cari ide lain buat ngisi blog ini, yaitu diisi dengan foto2 hal unik dari kamera ponsel milik gw, samsung soul.

Takgandeng ke mana2. Mungkin itulah yg ada di benak kedua om ini. Soal motifnya apa, gw ga ada komentar. Mau takfoto dr depan, gw ga berani. Takut kena jurus "double stick".

Jenderal lagi nyalon n nyepa. Uenake, pake mobil yg bensinnya dr pajak. Tapi omong2, kok mobil pejabat mewah2 ya semenatara ngeluh kalo tank, pesawat, dll, udah kuno dan ga ada dana buat ganti. Mobil mewah lebih penting dari tank rupanya.

Ikan lohan ini harganya bisa sama dengan mobil kalo sekarang jd tren lagi.

Di rumah famili jauh gw yg punya toko emas. Gw coba megang emas batangan 1 kg. Berat tapi enak rasanya pas megang.

Pacaran d toko buku. Hal yg positif, biar sama2 tambah pinter.

parkiran d mall hasilnya banyak juga ya.

Lesehan d gramedia, seolah milik berdua. Sip

cincin cat eye. Cats eye atau cat's eye, ya? entah yg jelas dalam indonesia, adalah cincin mata kucing. cincin2 ini gw liat d toko d mall pakuwon.

Tuesday, June 22, 2010

Matinya Hati Nurani Seorang Presiden Terpilih Dalam Masalah Hutang Negara

By: iwan agustinus

Presiden SBY adalah presiden terpilih lewat pemilu langsung pertama NKRI dan penampilannya sangat gagah, bagaikan dewa perang turun dari langit disertai cahaya kemuliaan. Bagaimana tidak? Berbekal wajah rupawan, postur tinggi besar, gelar Phd, bintang penuh dan gaya bicara santun penuh simpati, mampu mempesona semua orang. Tidak peduli tua, muda, pria, wanita, dewasa, remaja, pokoknya semualah. Apalagi ditambah pidatonya yang mengatakan korupsi akan diberantas, tidak pandang bulu dll semuanya itu menjadikannya tambah luar biasa, bagaikan dewa yang akan memberikan keadilan.

Tapi siapa sangka dibalik ucapan dan penampilan elegannya terdapat hati nurani gelap, setidaknya dalam masalah pembayaran dan penyelesaian hutang negara. Sengaja saya batasi topiknya hanya dalam masalah hutang, supaya tidak terlalu panjang masalah yang akan dibahas. Kenapa saya katakan gelap, karena hutang negara akibat korupsi masa lalu demikian besar, itu dibebankan pada pembayar pajak sekarang ini, alias kita yang membayar padah kita tidak salah. Sedangkan para pelaku korupsi baik dari kalangan pengusaha dan pejabat (kalo tidak mereka ya keluarganya ato cucunya sudah pindah ke luar) sekarang ini sudah kabur ke luar negeri, ganti warga negara dan hidup di negara lain dengan sangat mewah, berbekal duit dari korupsi. Mereka tidak tersentuh hukum dan tidak harus membayar uang yang dikorupsinya, sekalipun membayar, mereka membayarnya dengan aset yang sangat kecil.

Hal semacam ini ibarat saya berhutang 10T, lalu saya tinggal lari ke Singapore dan orang2 satu gang saya diharuskan polisi mencicil hutang itu dengan menyisihkan pendapatan tiap bulan. Harta saya yang disita hanya rumah dan mobil yang sengaja saya tinggal karena tidak mungkin dibawa. Apa itu adil? Atau maukah anda bertetangga dengan saya?

Sebagai seorang manusia yang dibekali otak waras dan hati nurani, siapa tidak menjerit melihat ketidak adilan semacam ini. Dilihat dari sudut pandang manapun kebijakan manapun tidak normal bahkan gilalalalala. Bagaimana mungkin Presiden SBY menyuruh segenap rakyat yang tidak ikut2an korupsi membayar hutang itu lewat pajak yang luar biasa. Apa SBY tidak kasihan sama rakyatknya? Ya kalo semua rakyatnya kaya raya seperti Tomy Suharto. Apa SBY tidak melanggar sila ke lima? Dan kalo ditelusuri lebih jauh siapa yang berperan membuat kebijkanan ini, saya berani menyebut nama Boediono, Sri Mulyani dan Mari Pangestu. Ketiganya tidak bisa dipisahkan dari pemikiran SBY.

Bandingkan dengan Filipina, dimana harta Marcos dicari dengan segala upaya dan akhirnya ketemu lalu dikembalikan pada negara. Estrada yang tidak korupsi tapi hanya menerima suap dari bandar judi, semua hartanya juga disita. TAPI bagaimana dengan sang presiden pilihan rakyat, SBY? Alih2 mencari harta penguasa Orba, SBY malah menutup setiap celah hukum yang ada. Terbukti dari sikapnya ketika ada upaya hukum pada Presiden Suharto (kalo anda2 masih ingat), SBY mengambangkan kasus itu begitu saja hingga akhir hayat. Dan SBY memang sengaja (saya yakin itu), entah apa motifnya karena sungkan atau takut, dll. Hal yang sama terjadi pada kasus BLBI, di jaman SBY semua kasus BLBI selesai dengan upaya kekeluargaan. Sekarang pertanyannya mana ada masalah pidana terutama korupsi dengan jumlah luar bisa, diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Hal semacam ini dilakukan hanya di negara yang dipimpin oleh pejabat2 tidak waras.

Banyak ahli ekonomi yang berbicara lewat koran maupun tv yang mengatakan sebaiknya kita melihat ke depan dan jangan melihat kebelakang. Tentu saja maksudnya kasus2 korupsi yang masa lalu itu dibiarkan saja semua.

Jawaban saya:

Ya tidak bisa seperti itu. Bagaimana mungkin dilakukan, bila uang yang dikorupsi para konglomerat hitam dan pejabat kotor itu begitu besarnya dan mencekik APBN hingga hari ini. Ya kalo jumlahnya dikit, lagipula masa kita sebagai bangsa besar tidak malu dicap bangsa yang tidak berani melawan segelintir orang. BTW para ahli yang bilang gitu itu, ternyata kalo ditelusuri asal-usulnya adalah orang2nya masa lalu yang juga turut menikmati uang haram. PANTESAN BILANG GITU.

Terakhir2 ini dibentuk satgas pemberantas mafia hukum. Tapi entah kenapa kerjaannya cuma seperti artis dalam infotainment, bikin sensasi sana-sini diliput wartawan seolah2 reality show. Setelah beberapa waktu berjalan, ternyata bener yang diberantas itu mafia2 kecil sekelas Gayus (spt gayus aja masih kecil, yg gede spt apa) dan grup2 mafia yang tidak ada hubungannya dengan SBY. Sedangkan kasus2 besar spt Century tidak disentuh sama sekali. OH ternyata tugas satgas ini cuma melindungi SBY dan kepentingan grupnya. Yang dimaksud memberantas habis itu adalah memberantas grup2 mafia yang diluar istana, sedangkan yg ada dlm lingkaran istana dibiarkan. Itu toh maksudnya. Sial bener gw, tiwas dah seneng, tak pikir SBY dah sadar…..eh ternyata tetep munafik dan pembohong.

Oleh karena itu saya berani mengatakan, presiden dan rezim seperti ini sangat layak diturunkan atau mendapat mosi tidak percaya dari masyrakat yg waras. Saya menghimbau semua wakil rakyat yang masih waras otaknya untuk mundur dari perwakilan di DPR dan MPR. Biarkan kursi2 itu kosong, biarkan orang2nya SBY berkuasa sendirian, terserah mau diapakan administrasi negara ini. Rakyat tidak butuh reformasi tapi pengadilan rakyat dan parlemen jalanan. Lakon menang keri.

OH SBY, BETAPA GELAPNYA HATIMU, BAGAIKAN TINTA HITAM. TIDAK SESUAI PENAMPILANMU YANG BAGAIKAN DEWA KEADILAN TURUN DARI LANGIT. MASIH ADAKAH HATI NURANIMU ATO SUDAH LAMA MATI