Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, June 13, 2010

Kebijakan Hutang Pemerintah Indonesia Sudah Tidak Wajar

By: iwan agustinus

Dalam beberapa tahun ke depan jumlah hutang pemerintah RI akan mencapai $200 milyar. Para ekonom kemandirian&kerakyatan amat kuatir dengan jumlah hutang ini, sementara ekonom neolib malah tenang2 saja bahkan terkesan bangga untuk terus menumpuk hutang.

Saya tergolong yang kuatir dengan jumlah hutang ini, mengapa?

1. Tiap kali tercekik hutang, kita selalu menggadaikan kekayaan alam. Kuatirnya anak cucu kita tidak akan menikmati kekayaan alam yang diberikan Tuhan secara gratis pada rakyat Indonesia.
2. Hutang demikian besar akan menciptakan inflasi, yg artinya biaya2 kebutuhan hidup akan naik. Itu berarti rakyat kecil dan menengah di masa depan akan kesulitan memenuhi kehidupan layak.
3. Tebukti hutang pemerintah selalu digelapkan dan diboroskan oleh para mentri dan kementriannya untuk program tidak jelas.

Saya tidak pernah mengerti bagaimana jalan pikiran ekonom neolib yang amat bangga dengan hutang demikian besar dan menyelesaikan hutang lama dengan hutang baru yang lebih besar. Apa mereka itu karena semua pada lulusan universitas terkenal di negeri Barat, dimana pemerintahnya menyelesaikan utang dengan utang baru dan mencetak uangs sendiri, lantas ditiru begitu saja. Apa mereka ini tidak tahu jika AS itu berbuat demikian karena mata uang US$ memang diterima di semua negara, sehingga bisa dengan mudah mencetak uang lagi jika gagal berhutang untuk menutup defisit anggaran. Apa mereka tidak tahu satu2nya alasan USA bisa menjadi kaya karena selama ini mereka dapat mencetak $ sendiri untuk membeli semua produk dan jasa yang mereka inginkan, itu semua karena US$ digunakan sebagai salah satu mata uang dalam perdagangan dunia.

Jika hutang kita dalam dolar demikan mencekik lalu terjadi defisit anggaran dan jatuh tempo pembayaran, apakah pemerintah RI dapat mencetak US$ sendiri seperti yang dilakukan pemerintah Amerika. Tentu saja tidak dapat…………….jika kita melakukan itu akan dicap sebagai pemalsu mata uang. Satu2nya cara yg dapat ditempuh ya dengan berutang lagi $, tapi berutang lagi sama artinya dengan menciptakan inflasi lebih tinggi. Inflasi lebih tinggi arahnya naiknya harga2 kebutuhan hidup seperti sembako.

Salah satu misteri kenapa harga sembako kita naik adalah pemerintah berutang dalam jumlah besar dan terus berutang. Tidak salah jika saya berani menyebut kebijakan utang pemerintah sudah tidak wajar lagi dan pemerintah seperti ini harus disingkirkan.

Mungkin anda bertanya lalu bagaimana menyelesaikan utang, apakah kita tidak membayar?

Tentu saja tidak. Solusi yang saya tawarkan adalah dengan menyita harta koruptor BLBI, Orba dan kroninya. Lalu dana itu digunakan untuk menurunkan rasio hutang pemerintah, sementara pemerintah terus menggenjot pajak seperti sekarang dan melakukan efisiensi. Dari sana kita akan memiliki dana sangat melimpah untuk membangun semua infrastruktur dan membiayai program yang kita perlukan.

Lalu apakah bisa pemerintah kita menyita harta para koruptor?

Kalo tidak bisa, mending pemerintah yg lagi berkuasa menyingkir saja, biar rakyat turun tangan bikin pengadilan rakyat atau revolusi.

Kalo tidak mau gelar pengadilan rakyat dan revolusi maupun menyita harta koruptor?

Terpaksa dengan membayar cicilan itu sesuai kemampuan negara, sedangkan jumlah terbesar digunakan untuk membangun semua yang diperlukan bgs Indonesia terlebih dahulu. Baru setelah benar2 mampu RI membayar dengan normal.

Para ekonom hitam, orba dan neolib, kalian harus melakukan soul searching mendalam pada kebijakan hutang kalian. TOBATLAH SEBELUM TERLAMBAT

2 comments:

WAXMANIA said...

KAGAK SUKA GUA SAMA P0ZTING U, KAYNA YANG AKU CARI BL0G YG MENYEDIAKAN TRIK INTERNET

iwan agustinus said...

Emang bukan blog ttg internet marketing.