By: iwan agustinus
Beberapa hari ini gw liat tv kalo malam. Tentu aja yg gw tonton berita politik n ekonomi, terutama mengenai pansus century aka mutiara bank. Salah satu bagian paling menarik dalam acara pansus itu adalah tokohnya bernama Ruhut "Poltak" Sitompul. Menurut gw nih orang kalo ngomong bertele-tele, sok tahu, panjang lebar, ngabisin waktu tapi ga mutu sama sekali.
Sebagai perwakilan Demokrat tentu dia membela Budiono dan Sri Mulyani dengan segala cara. Sehingga tampak sekali tiap pembicarannya yg didengar lewat tv, ada kesan jelas untuk memutar balikan fakta, membodohi penonton, serba pokoknya, merendahkan kredibilitas orang lain dan melecehkan akal sehat jutaan penonton. Makanya gw geram kalo liat nih orang.
Nih orang selalu bilang:
1. “Kami menang satu putaran, dapet suara 61%. Kami mewakili rakyat Indonesia. Sedangkan kalian, rakyat yang mana?”
Komentar saya: Menang lewat pemilu curang aja berani mengklaim mandat rakyat. Sekalipun mandat rakyat, tapi kalo kelakuan begini, sama saja dengan mengkhianati mandat rakyat.
2. “Kami Partai Demokrat sangat serius dengan pemberantasan korupsi, tidak pilih2.”
Komentar saya: Pertanyannya selalu, pemberantasan korupsi yang mana, yg sesudah ato sebelum 2009. Kalo hanya sesudah 2009, apa cukup buat bayar hutang negara yang dikorupsi? Apakah yg dimaksud Demokrat korupsi sebelum 2009 diabaikan saja. Mesti jelas dong.
Sunday, February 28, 2010
Ruhut Sitompul dan Partai Demokrat
Labels:
budiono,
century,
demokrat,
iwan agustinus,
mutiara,
mutiara bank,
poltak,
ruhut,
ruhut sitompul
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


1 comments:
Rasanya habis2in tenaga kalau baca soal Pak Ruhut Sitompul ini :(
Bukan prestasi yang dia bikin, tapi hanya sensasi.
Post a Comment